Aku, Bangku Taman, dan Seorang Murid Laki-Laki (part 1)

TITLE : Aku, Bangku Taman, dan Seorang Murid Laki-Laki
AUTHOR: retnoboo
GENRE: ROMANCE, ANGST, AU
RATING : PG-15/ T
LENGTH : Chaptered
CAST: 
Junhyung B2ST
Ji Yeon T’ara
Onew Shinee
Luna F(x)
etc-           

FF ini milik saya ya..

Si bodoh POV

Bangku ini, telah menjadi saksi bisu dimana aku selalu menjadi diriku sendiri dihadapannya.
Bangku lusuh dan berkarat ini, telah merubah semua jalan hidupku.
Bangku jelek yang menurut seseorang yang kucinta, adalah sebuah bangku yang sangat indah.
Bangku dimana aku mulai menemukan rasa bahagia yang sesungguhnya.

Terima kasih bangku. ^^

“malam yang indah.”

Indah apanya? Ini malam yang mendung?

“tidak juga. Biasa saja.”

“kau ini..”

Aku berbalik menghadapnya.

“waeyo?”

“bodoh.”

Eung? Apa?

“kau ini bicara apa?”

“kau bodoh. Sudah, aku tak mau bicara lagi denganmu. Bodoh.”

Apa? Apa? Kenapa? Ada apa? Apa katanya? Aku tidak mengerti.

Eiih, sudahlah. Tidak peduli.

“napun yeoja.”

=========================================================================================

Ji Yeon POV

Flashback

“ji yeon-ah, chakaman.. lambatkan langkahmu. Jangan pamerkan kakimu yang panjang itu padaku.” Aku hanya tertawa renyah melihat Sunyoung, sahabat terbaikku mulai mengerucutkan bibirnya bagaikan burung pelatuk.

“aku tidak sedang pamer. Aku hanya ingin menguji seberapa cepat langkah kaki pendekmu itu. haha..” ia meninju lenganku. Rasanya memang tidak sakit, tapi cukup untuk membuat tubuhku terpental kearah tembok.

“aku tidak mau berteman lagi denganmu.” Ucapnya sambil menatap tajam kearahku. Aku suka sekali jika ia sedang merajuk seperti ini, dia akan sangat gampang dipermainkan.

“aku juga tak pernah bilang bahwa kita berteman.” Ucapku lalu berpura-pura berjalan mendahuluinya.

“ya! Ji yeon-ah. Kau ini-”

“bye..” kupercepat langkahku menuju kelas, aku tak mau terlalu banyak mendengar ocehannya. Lebih baik, aku segera membuka buku dan memulai pelajaran.

End Flashbanck-
 

“good bye Sunyoung..” gumamku dalam hati.

Aku kembali teringat dengan semua kenangan bersama sahabat sekaligus teman terbaikku itu. Tidak kusangka aku akan benar-benar mengucapkan kata-kata itu padanya.

Jika saja orang tolol itu tak membuat masalah. Hidupku tidak mungkin akan menjadi serumit ini.

“oke, saatnya bersandiwara ji yeon-ah. Ready? Go!”

Aku mulai melangkah melewati gerbang sekolah yang didepannya terpampang sebuah papan besar bertuliskan ‘Gwangju International High School Men’s.’

Satu langkah, dua langkah, dan akhirnya aku sampai didepan sebuah kelas yang didalamnya berisi semua murid laki-laki.

Jun Hyung POV

“∆Tf = 0 – Tf..”

……

“π = m x R x T x i  ..”

 

…..

“Guru ini.. apa sih yang dibicarakannya?
Hoamh.. aku benar-benar tidak mengerti.

Sudahlah, aku tidur saja.”

…….

Kurebahkan kepalaku dimeja kelas yang penuh dengan coretan. Aku sudah kalah melawan mata 5 wattku ini. Tidak uruslah kalau si tua Bangka itu marah-marah. Paling-paling juga, dia kehilangan pekerjaan.
 

Belum sampai 5 menit mataku terpejam, aku kembali terbangun menyadari seseorang sedang memperhatikanku. Oh, ternyata si culun.

“Lihat apa?” tanyaku datar.

Si culun jin ki itu malah terkejut setengah mati. Ia cepat-cepat memalingkan muka dan kembali membaca buku jeleknya. Apa sih yang sedang dibacanya? Aku jadi penasaran. Pintar sekali dia bisa membaca buku secara terbalik.

Aku jadi mengerti mengapa semua orang disekolah ini memanggilnya si aneh. Dia memang benar-benar aneh.

…….

“sampai disini, ada yang ingin ditanyakan.”

“tidak ada. Cepatlah kau pergi guru tua.

Cepat-cepatlah kau rapihkan buku busuk dan tas menjijikanmu itu.”

…….

“baiklah…”

Guru tua itu mulai merapihkan peralatannya. Bagus.

“oke, sekarang saatnya tidur siang.”

…….

“kalau begitu kita akhiri pela-“

Tok.. tok.. tok..

“sial.. apa lagi ini?”

……

“permisi, saya murid baru.”

“oh, kalau begitu silahkan masuk. Perkenalkan dirimu.”

“tidak perlu. Itu tidak penting.
Sudah, pergi saja sana.”

…….

Murid baru itu mulai masuk kedalam kelas.

Hah? Perempuan?

Apa tidak salah?

“nama saya, Park Ji Yong. Mohon bantuannya.”

Apa? Siapa? Aku tidak salah dengar?

Dia perempuan? Bagaimana bisa memakai nama laki-laki?

Ku pandangi teman-temanku yang lain. mereka hanya memandangi murid baru itu dengan tatapan datar. Apa mereka tidak sadar? Atau hanya aku yang menyadarinya? Atau…

Atau aku yang sudah tidak waras?

Ah tidak. Aku tidak mungkin salah.

Murid baru itu.. Memang perempuan.

Ji Yong POV

Suasana kelas ini ramai sekali, tak ada bedanya dengan pasar.

Apa ini yang disebut sekolah khusus anak laki-laki?

Ternyata tidak lebih baik dari sekolah asalku yang kampungan itu.

Kalau begini lebih baik aku pergi ke wc saja.

Aku mulai mendorong mejaku dan berusaha berdiri.

“kau..”

Seseorang menepuk bahuku dari belakang. Membuatku kembali terduduk.

Secepat kilat aku menepiskan tangan yang mencengkram pundakku, lalu berbalik untuk melihat siapa yang telah memanggilku.

Seorang murid laki-laki bergaya punk tengah  berdiri dibelakangku. Tangannya terlipat didada, matanya menatapku tajam dan raut wajahnya tidak menandakan niat baik.

“wae-. Waeyo?” ucapku gugup.  Aku tak bisa berbicara lebih banyak. Salah-salah, nanti malah suara asliku yang keluar.

Ia mulai mengerutkan dahi dan mendekatkan wajahnya kearahku.

Apa yang sebenarnya orang ini inginkan? Apa ada yang salah denganku? Sepertinya, semuanya baik-baik saja?

Atau mungkin..

Astaga, jangan-jangan…

“kau.. kau ini perempuan kan?”

OH TIDAK!

TBC-

terinspirasi dari sinet olivia + hana kimi..
selebihnya, murni dari pikiran sendiri..

selamat membaca..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s